| alm. bpk. Bandi |
19thn itu waktu yang sangat lama, 19 thn aku di ajarkan kebaikan, aku di ajarkan kepribadian, aku di ajarkan banyak hal oleh sesosok ayah yang sangat keras pada anaknya, di balik kekerasan ayah banyak hal yang terkandung yang mungkin aku tidak tau apa yang ada dalam hatimu dulu yah, kasih sayangmu, membuat diriku merinding alahh lebay yah hhhehee, tapi jujur engkau yang terbaik buat keluargaku, engkau ajarkan kami bagaimana jadi orang yang berguna bagi orangtua, sampai engkau pergipun engkau tersenyum poadaku, ayah mungkin engkau telah tiada sekarang tapi ayah hatiku akan selalu untukmu,. teringat ketika dahulu aku waktu 2008 yang lalu ketika aku pulang PKL aku sempet memberikan kejutan bagimu yah, mungkin itu hal terindah yang aku pernah rasakan denganmu yah, ketika itu aku pulang PKL pukul 5 sore dan keadaan engkau yah masih kekar dan sangat gagah dilihat olehku, 1 bulan ketika aku PKL aku kangen banget padamu yah makanya aku p-ulang saat itu, ketika itu aku pura-pura menyamar soalnya aku pengen memberikan kejutan bagi orang rumah, aku pakai topi, aku pakai jaket yang bukan punyaku biar orang rumah tidak tau saiapa aku, ayah ketika itu lagi nonton bola di lapangan aku kagetin dengan suaraku yang agak kenceng aku sapa engkau yah, dan engkau tersenyum menjawab waalaikum salam, aku d peluk erat sampai ketika itu aku mau nangis cuman malu hhhehee,, itu mungkin hal terindah yang dulu pernah aku lalui sama kamu yah, tapi engkau tau saat ini aku sangat merindukanmu, tiaphari aku kasih makan, tiap hari aku bantu untuk mau berdiri, tiap hari aku melihat n mendo'akan ayah biar sehat, tiap hari aku melihat wajahmu yang luluh atas cobaan dari allah, sekarang sudah tiada hal itu sirna atas kepergianmu yah, sekeluarga aku sangat merindukanmu yah, sampai sampai d suatu hari aku ingin banget ketemu sama kamu yah.. rasanya hari ini tanggal 30 september 2011 aku kangen banget sama kamu yah, terimakasih yah 19thn engkau ajarkan aku banyak hal, 19thn yang sampaikapanpun tidak akan aku luapakan.
Aku tak mampu mengantar kepergianmu
Langit mendung turut berduka
Orang-orang riuh rendah becerita
Tentang segala amal kebaikanmu
Aku datang kepadamu, ayah
Semilir di bawah kamboja dan nisanmu
Aku menangis dan berdoa
Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu
Kepergianmu seketika mendewasakan aku
Mengajarkan aku betapa penting arti hidup
Untuk menjadi berguna bagi sesama
Kepergianmu mengajarku
Bagaimana harus mencintai dan menyayangi
Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar
Bagaimana harus berjuang demi anak-anaknya
Hingga saat terakhir hayatmu
Engkau terus berdoa demi kebahagiaan anak-anakmu
Hari ini aku menemuimu, ayah
Lewat sebait puisi untuk mengenangmu
Bila datang saatnya nanti
Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa
Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya
Ayah,
Aku merindukanmu
salam dahsyat